BLOG

imageDeretan Risiko Kerugian Kredit Rumah

Deretan Risiko Kerugian Kredit Rumah

Kredit Rumah –  Kebutuhan akan hunian akan selalu naik dari waktu ke waktu. Tidak ada ceritanya, harga tanah dan rumah turun.

Bahkan agar masyarakat yang berpenghasilan rendah bisa beli rumah, pemerintah menjalankan program subsidi rumah. Jadi rumah bisa dibeli dengan kredit dengan harga yang sangat terjangkau. 

Di samping itu, bank-bank juga menyediakan skema kredit khusus untuk pembelian hunian. Alhasil, banyak sekali keluarga yang mengajukan kredit kepemilikan rumah kepada perbankan, supaya bisa memiliki rumah lebih cepat. 

Namun ketika membeli rumah dengan skema kredit dari perbankan, Anda harus menghadapi beberapa risiko. 

Kerugian Kredit Rumah

Harga Rumah Lebih Tinggi

Apa pun barang atau jasa yang dibeli dengan skema kredit, pasti harganya lebih mahal. Hal itu juga berlaku saat membeli rumah dengan skema kredit.

Pasalnya pembeli rumah harus membayar harga pokok rumah dan bunga bank. Bayangkan jika harga rumah awalnya Rp 500 juta, dengan bunga per tahun sebesar 10%. Alhasil pada tahun pertama, Anda harus membayar Rp 50 juta.

Belum lagi ketika termin kredit yang diambil lama, maka harga yang harus dibayarkan juga akan semakin mahal. 

Ya memang skema kredit rumah adalah solusi bagi yang tidak punya dana untuk membayar rumah secara cash keras.  Namun, harus membayar harga rumah yang lebih tinggi. 

Rumah Bisa Disita Pihak Perbankan

Kredit rumah jadi solusi cepat memiliki rumah diera kekinian. Tidak mengherankan jika banyak rumah tangga baru yang mengajukan kredit rumah di perbankan. 

Namun, kredit rumah bukan berarti bebas risiko. Ada banyak sekali risiko kredit rumah, pertama seperti penjelasan di atas bahwa harga rumah semakin mahal.

Kedua, rumah bisa disita oleh perbankan, saat Anda tidak bisa membayar kredit ke perbankan. Sama seperti beli motor dengan sistem kredit, ketika telat bayar cicilan dalam jangka waktu yang panjang, maka rumah juga akan disita. 

Padahal ekonomi Anda belum tentu stabil dalam jangka panjang, bisa saja di tengah jalan ada PHK besar-besaran dan masalah lain seperti Covid-19.

Alhasil, harus hati-hati saat membeli rumah dengan skema kredit.  Namun sebelum di sita, pihak perbankan biasanya melayangkan surat peringatan.

Apabila tidak dihiraukan surat peringatan tersebut, maka rumah akan disita. Bank akan melelang rumah. Jadi bisa saja di tengah jalan, rumah yang dibeli dengan skema kredit bisa beralih kepemilikan. 

Oleh karena itu, lebih baik beli rumah dengan sistem cash keras atau cash bertahap 10 sampai 15 kali pembayaran. Jadi tidak terkena risiko harga rumah yang membengkak tinggi sekaligus risiko rumah di sita Perbankan.

Bagi Anda yang ingin beli rumah di Tangerang dengan sistem cash keras dan cash bertahap 12 sampai 15 kali, pilih saja unit rumah Kota Sutera. 

Terdapat unit rumah 2 lantai di klaster Albizia Kota Sutera yang harganya sangat terjangkau sekali. Tipe 6 x 12 harganya mulai Rp 699 jutaan.

Sementara unit rumah tipe 5.5 X 12 dijual dengan harga Rp 639 jutaan saja. Jadi sangat terjangkau. Sangat menguntungkan dibeli dengan sistem cash keras atau cash bertahap

Dengan membeli unit Klaster Albizia, Kota Sutera secara cash keras, maka Anda tidak perlu lagi berpikir tentang risiko kredit rumah yang bisa macet lantas disita. Ditambah lagi, tidak perlu menanggung biaya cicilan setiap bulan.  Yuk tebus unitnya lewat agen properti terpercaya Prime360. (AS)

imgWAchatYuk wa